Pengembangan kawasan
perkebunan rakyat diperlukan kelembagaan perkebunan yang kuat. Dengan
memperkuat kelembagaan ekonomi petani perkebunan di pedesaan, maka petani akan
meningkat kesejahteraan.
Demikian diungkapkan Kepala Dinas Perkebunan Provinsil Riau Zulher saat membuka Sosialisasi Pengembangan Kelembagaan dan Penilaian Usaha Perkebunan tingkat Provinsi Riau, Kamis ( 16/5 ) di hotel Premiere Pekanbaru. Menurut Zulher Untuk itu diperlukan pendekatan yang efektif agar para petani kebun dapat memanfaatkan program pembangunan yang ada secara berkelanjutan, melalui penumbuhan rasa memiliki, partisipasi, dan pengembangan kreativitas, yang disertai dukungan masyarakat lainnya sehingga dapat berkembang di pedesaan.
Pengembangan ini diarahkan pada terbentuknya kelompok-kelompok petani kebun, dan kerjasama antar kelompok petani kebun, sehingga terbentuk kelompok-kelompok produktif dalam kelembagaan koperasi bidang perkebunan. Ia menmabahkan; sampai saat ini, dari data yang masuk di Dinas Perkebunan Provinsi Riau, jumlah kelompok tani perkebunan se Provinsi Riau mencapai 6.006 kelompok yang tersebar di 12 kabupaten/Kota. Jumlah kelompok tani ini belum seluruhnya karena masih banyak kelompok tani yang belum terdata atau belum dilaporkan oleh masing-masing kabupaten/kota.
Demikian diungkapkan Kepala Dinas Perkebunan Provinsil Riau Zulher saat membuka Sosialisasi Pengembangan Kelembagaan dan Penilaian Usaha Perkebunan tingkat Provinsi Riau, Kamis ( 16/5 ) di hotel Premiere Pekanbaru. Menurut Zulher Untuk itu diperlukan pendekatan yang efektif agar para petani kebun dapat memanfaatkan program pembangunan yang ada secara berkelanjutan, melalui penumbuhan rasa memiliki, partisipasi, dan pengembangan kreativitas, yang disertai dukungan masyarakat lainnya sehingga dapat berkembang di pedesaan.
Pengembangan ini diarahkan pada terbentuknya kelompok-kelompok petani kebun, dan kerjasama antar kelompok petani kebun, sehingga terbentuk kelompok-kelompok produktif dalam kelembagaan koperasi bidang perkebunan. Ia menmabahkan; sampai saat ini, dari data yang masuk di Dinas Perkebunan Provinsi Riau, jumlah kelompok tani perkebunan se Provinsi Riau mencapai 6.006 kelompok yang tersebar di 12 kabupaten/Kota. Jumlah kelompok tani ini belum seluruhnya karena masih banyak kelompok tani yang belum terdata atau belum dilaporkan oleh masing-masing kabupaten/kota.
Menurut Kadis Perkebunan
Riau, perkebunan kelapa sawit Provinsi Riau saat ini merupakan yang
terluas di Indonesia sekitar 2.258.553 hektar dari 8 juta hektar secara
nasional atau 26,25 persen b. Dari total luas perkebunan sawit di Riau, 53
peraen atau 1.205.498 hektar merupakan kebun sawit rakyat. Sedangkan luas
perkebunan sawit swasta mencapai 905.979 Ha atau sekitar 43% dan perkebunan
sawit Perusahaan Besar Negara mencapai 79.545 hektar atau 4% dari total luas
kebun sawit di Provinsi Riau. Kata zulher tidak bisa dipungkiri bahwa
perkebunan merupakan penggerak utama atau pilar utama ekonomi Riau, mengingat
sebarannya yang sangat luas dan melibatkan kurang lebih 980.605 kepala keluarga
petani. Jika asumsi 1 kepala keluarga terdiri dari empat orang, maka
kurang lebih 3,922 juta orang menggantungkan hidupnya dari perkebunan.
Sementara itu Kasubdit
Pemberdayaan dan Kelembagaan Tanaman Semusim, Direktorat Jenderal Perkebunan
Kementerian Pertanian Republik Indonesia Dr.Ir Demita Dewi memberikan
kiat dan cara bagaimana seharusnya melakukan pembinaan kelembagaan dan
penilaian kelompok tani perkebunan berprestasi. Ia juga menyampaikan kiat-kiat
bagaimana agar kelompok tani berprestasi atau mendapat juara pertama Provinsi
Riau dan bisa menjadi utusan ketingkat nasional. Ia juga berharap bisa terpilih
menjadi 5 atau 8 besar ditingkat nasional dan berkesempatan mengikuti acara dan
bertemu dengan Bapak Presiden RI.
Sosialisasi ini diikuti 40 peserta terdiri Kepala Dinas Perkebunan/instansi yang membidangi perkebunan kabupaten dan kota se Provinsi Riau. Kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi, metode dan rencana pelaksanaan penilaian kelompok berprestasi di seluruh kabupaten/kota se Provinsi Riau ( MC Riau )
Sosialisasi ini diikuti 40 peserta terdiri Kepala Dinas Perkebunan/instansi yang membidangi perkebunan kabupaten dan kota se Provinsi Riau. Kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi, metode dan rencana pelaksanaan penilaian kelompok berprestasi di seluruh kabupaten/kota se Provinsi Riau ( MC Riau )
Kamis, 16 Mei 2013 - 15:31:56 WIB
No comments:
Post a Comment